Hebatnya Mama di Indonesia
![]() |
| ceritanovapurba.blogspot.com |
Kalau ditanya "siapa orang yang paling berjasa dalam kehidupan kita?" rasanya gak berlebihan kalau jawabannya mama. Beliau merawat kita mulai dari kandungan sampai sekarang tanpa rasa bosan ataupun lelah. Nah, beda mama beda pula cara beliau merawat dan mendidik anak-anaknya. Bahkan beberapa daerah di Indonesia mempunyai tradisi pengasuhan dan nama upacara untuk mama yang berbeda dan unik.
Mama Suku Batak
![]() |
| apakabarsidimpuan.com |
Inang, panggilan mama di suku batak yang memiliki sosok kuat. Kuat karena mama di suku Batak harus membentuk keluarga sesuai dengan falsafah suku Batak yaitu Hagabeon. Falsafah ini memiliki arti bahwa keluarga harus memiliki banyak keturunan dan berumur panjang. Selain mengatur rumah tangga, mereka juga ikut mencari nafkah membantu para ayah. Karena suku Batak punya pedoman Hasangapon dan Hamoraon, yaitu mengejar posisi tinggi dan kesuksesan, maka sesama suku Batak pun saling bersaing untuk menjadi nomor satu.
Mama Suku Sunda
![]() |
| yanto-home.blogspot.com |
Di suku Sunda, mama biasanya dipanggil Ambu. Ternyata eh ternyata, nama ini mempunyai sejarah yang istimewa, lho. Nama Sunan Ambu adalah asal muasal dari panggilan mama untuk suku sunda yaitu Ambu. Sunan Ambu merupakan nama seorang dewi penguasa khayangan dalam cerita mitologi Sunda. Dewi ini sangat agung dan dimuliakan. Jadi, nama panggilan Ambu itu berarti wanita yang mulia. Sungguh nama yang pantas untuk seorang mama. Para mama di suku Sunda sangat mencintai keindahan, terutama kesenian.
Mama Suku Jawa
![]() |
| kaskus.co.id |
Selain dipanggil Ibu, biasanya mama suku Jawa dipanggil Mbok, atau juga Ma’e. Seorang mama di suku Jawa memiliki berbagai ritual yang harus dijalani dari mulai beliau mengandung sampai anaknya terlahir ke dunia. Upacara mitoni atau nujuhbulan adalah upacara yang dilakukan ketika mama sedang hamil 7 bulan. Setelah melahirkan, mama melakukan upacara slametan sepasaran yaitu pemberian nama setelah lima hari kelahiran bayi. Lalu slametan selapanan dilakukan ketika bayi berusia 35 hari. Dilanjut dengan upacara slametan tedak-siten. Semua ritual itu merupakan simbol dari harapan mama yang menginginkan anaknya selalu sehat dan selamat.
Mama Suku Minang-kabau
![]() |
| minangkabau-in-world.blogspot.com |
Bundo Kanduang, menurut kisahnya, Bundo Kanduang adalah seorang tokoh wanita yang mampu menurunkan raja-raja di Minangkabau. Hingga akhirnya Bundo Kanduang diartikan sebagai ibu yang memiliki sifat kepemimpinan. Mande, Amai, Ayai, Biyai, Bundo juga Andeh merupakan panggilan mama dalam suku Minang. Karena suku ini menganggap mama memiliki sifat-sifat kepemimpinan, tak heran kalau mama di Minang di anggap sebagai pemimpin sejati dan diberikan hak istimewa dimana garis keturunan di ambil dari pihak ibu (matrilineal). Oleh karena itu, anak-anak dari suku Minang wajib menggunakan nama marga dari ibunya.
Meskipun tradisinya berbeda-beda, tapi tujuan mama tetap satu yaitu mendidik dan membesarkan kita sepenuh hati.





