Permainan Kampung Yang Terlupakan Dan Saat Kamu Lihat Pasti Ingat Masa Kecil
Bagi kamu yang punya masa kecil bahagia pasti ingat beberapa permainan kampung yang mengunakan alat peraganya dari kayu, akar, genting bahkan harus mencari lapangan yang luas. Pastinya kalau kamu ingat akan senyum kecil.., sambil menerawang menembus waktu kembali kemasa keemasanmu dulu saat kecil disaat pulang main sama teman dimarahi oleh ortu kamu. Adakah dari permainan ini yang pernah jadi mainan pavorit kamu dengan sahabat kecilmu...??
![]() |
| foto www.triptrus.com |
Permainan ini biasanya dilakukan lebih dari tiga orang anak, dalam memainkannya harus menggunakan peralatan bantuan yang terbuat dari batang pohon yang tidak terlalu besar. Banyak jenis batang kayu yang dapat digunakan contohnya batang kayu jambu ataupun kopi karena lebih kuat dan tahan lama untuk dimainkan. Ditambah lagi lobang yang harus digali supaya batang lele/gatrik tersebut bisa di pukul oleh playernya(yang kebagian jaga).. Ingat kan gimana mainkannya awas kena batang gatriknya sakil lho..
2. Main Bola Boy atau Boy Boyan
![]() |
| foto puramoz.blogspot.com |
Boy boyan ini permainan yang menggunakan bola kasti dan serpihan atau belahan genting yang biasanya mungutin dari depan rumah sendiri ataupun yang ada di lapangan tempat bermain. Saat ini bisa dimaikan menggunakan selain genting contohnya gelas air mineral yang penting dapat ditumpuk rapih. Dalam melakukan permaianannya harus dibagi dua kelompok yang menjaga dan yang jadi target bola itu sendiri, yang menjadi target harus melemparkan bola kearah tumpukan genting yang disusun rapih uleh yang menjaga agar berubah menjadi acak-acakan setelahnya genting itu wajib disusun oleh yang menjaganya hingga rapih kembali sesuai banyaknya genting.... hayoo siapa yang sering main ini !!
3. Main Petak Umpet
![]() |
| foto sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com |
Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.
Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si "kucing" bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing" dibebaskan, alias sandera si "kucing" dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si "kucing" harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal. Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.
4. Main Engklek
| foto blog-habibie.blogspot.com |
Main Engklek ( dalam bahasa Jawa ) merupakan permainan tradisional lompat – lompatan pada bidang – bidang datar yang digambar diatas tanah, dengan membuat gambar kotak - kotak kemudian lompat dengan satu kaki dari kotak satu kekotak berikutnya. Permainan engklek biasa dimainkan oleh 2 sampai 5 anak perempuan dan dilakukan di halaman. Namun, sebelum kita memulai permainan ini kita harus mengambar kotak-kotak dipelataran semen, aspal atau tanah, menggambar 5 segi empat dempet vertikal kemudian di sebelah kanan dan kiri diberi lagi sebuah segi empat
Permainan ini mempunyai banyak nama atau istilah lain. Ada yang menyebutnya teklek ciplak gunung, demprak dan masih banyak lagi. Istilah yang disebutkan memang beragam, tetapi permainan yang dimainkan tetap sama. Permainan ini dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia.
5. Main ular naga panjangnya bukan kepalang
![]() |
Main Ular Naga adalah satu permainan berkelompok dilakukan di luar rumah pada saat waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih.
dalam memainkannya Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut', yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. Seorang anak yang lebih besar, atau paling besar, bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang", dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara, karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan.




